Translate

Hentikan Monopoli Agraria dan Segala Kekayaannya



Lima puluh tahun yang lalu, Undang-Undang No. 5 tahun 1960 tentang peraturan dasar pokok agraria (UUPA) disahkan sebagai payung hukum agraria di Indonesia dalam merombak ketidakadilan struktur agraria warisan pemerintah kolonial.


UUPA 1960 adalah realisasi dari UUD 1945 pasal 33 yang mengamanatkan kekayaan alam dan cabang produksi yang terkait hajat hidup orang banyak dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Namun demikian, 50 tahun sejak UUPA diundangkan, nasib petani di Indonesia tetap dalam keadaan terpuruk. Kepemilikan lahan yang sempit (< 0,3 ha) ditambah dengan jatuhnya harga-harga disaat panen menjadikan petani hidup dalam keadaan tidak layak. Berbagai usaha petani untuk mendapatkan hak atas tanah seringkali berhadapan dengan kriminalisasi dan moncong senjata.


Data BPS menunjukkan luas lahan pertanian padi di Indonesia hingga tahun 2010 tinggal 12,870.000 ha menyusut 0,1 % dari tahun sebelumnya 12,883.000 ha. Konversi lahan pertanian ke non pertanian yang semakin besar ini jika dibiarkan akan menjadikan kerawan pangan pada masa yang akan datang, bahkan kelaparan pun akan semakin menggejala.


Hal ini ditambah dengan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) tentang Gabah dan Beras sebagai mekanisme perlindungan terhadap nasib rumah tangga petani sawah yang tidak efektif. HPP masih menguntungkan segelintir pedagang, mekanisme
pengawasan masih sangat lemah.


Pemerintah Indonesia dalam APBN 2010 telah mengalokasikan subsidi pupuk sebesar Rp 14,8 triliun. Angka subsidi itu terdiri atas subsidi harga pupuk sebesar Rp 11,3 triliun turun dari yang seharusnya 17,5 triliun, bantuan langsung pupuk (BLP) Rp 1,6 triliun dan subsidi unit pengolahan pupuk organik sebesar Rp 105 milliar. Pengurangan subsidi ini akan memberikan dampak yang nyata bagi rumah tangga petani, sebab harga eceran tertinggi pupuk dipastikan akan naik.


Dampak lain ketika rakyat tak berdaulat atas tanah dan dimonopoli oleh koorporasi asing dan dalam negeri adalah industrialisasi dalam negeri yang tak kunjung beranjak dari manufaktur rendah yang musti bersaing dalam ACFTA yang nota bene, Negara se Asean lainnya telah melangkah lebih dulu. Maka dari itu Industi kita sama sekali tak mampu menciptakan mesin pembuat mesin (otomotif atau elektronik).


Maka tak aneh jika ratusan perguruan tinggi tak mampu menjawab persoalan rakyat, karena sector agrarian dan industri tak membutuhkan pengembangan teknologi canggih dalam melangsungkan praktek produksinya. Sehingga praktek pendidikan hanya menjadi ajang pengakumulasi keuntungan, diorientasikan untuk menciptakan tenaga kerja murah dan fakta lainnya sebagai pencetak pengangguran intelektual.


Atas kepedihan kondisi kita hari ini dan di masa yang akan datang, dengan ini FPR Bandung menyatakan:


- Hentikan praktik monopoli tanah


- Berikan rakyat tanah garapan


- Pastikan sertifikasi kepemilikan tanah untuk rakyat


- Tolak draf revisi UUK no 13 Tahun 2003.


- Hentikan komersialisasi pendidikan



Front Perjuangan Rakyat


Bandung, 24 September 2010


ELSAK UIN, FAMU Unisba, UKSK UPI, FMN, PCR, KP Sumedang, dll.



indra sari candra <indrasariasih@yahoo.com>,
anawesty@yahoo.com,
alfani <anikwaelah@yahoo.co.id>,
amran fmn <banyurekso@gmail.com>,
and yk <andynekad@yahoo.com>,
Asep Djamaludin <asep.djamaludin@ymail.com>,
badru jaman <amora_wijaya@yahoo.co.id>,
pawit ajalah <haryanti_pw@yahoo.co.id>,
wir awan <wirawanlbh@yohoo.com>,
mardi trigan <marditarigan@ymail.com>,
sri utami utami <tami_soewito@yahoo.co.id>,
lwg bdg <labour@indo.net.id>,
bandung melawan <bandung.melawan@gmail.com>,
George Martin Sirait <martin.sirait@atmajaya.ac.id>,
hendra yana <ndra_174@yahoo.co.id>,
hw jea <jea@daehan.co.id>,
yu nanto <ignatius_yunanto@yahoo.com>

Posted by
Unknown

More

anti kritik = kontra ilmiah

ketika aparatur kampus, memahami kritik (berupa lisan/tulisan) sebagai duri di tengah kondusivitas kampus, maka kampus tersebut sudah kontra ilmiah. kenangan pahit kondisi kampus selama kekuasaan orde baru, kini hadir kembali di kampus UPI Bandung.

istilah-istilah "larangan afiliasi", "kritik itu harus membangun", "pembekukan" adalah istilah bahasa Orde Baru dalam melanggengkan kekuasaannya (pernah dibahas dalam tulisan Ariel Heryanto), mulai tampil terang-terangan ketika rezim incumbent kembali terpilih menjadi rektor beberapa bulan lalu. lebih konkretnya ketika Pers Mahasiswa UPI (IsolaPos), menerbitkan edisi khusus yang membahas tentang terpilihnya kembali Sunaryo K sebagai Rektor UPI 2010-2015 dan segala polemik yang pernah muncul di UPI pada periode sebelumnya.

kondisi seperti ini telah konkret di setiap kampus, tak hanya UPI Bandung. bahwa kebebasan berpendapat telah terancam. jelas pula bahwa kampus telah membedakan atara intra dan ekstra, karena ormawa--akan dijadikan boneka birokrasi kampus. itulah sebabnya organisasi ekstra sama haramnya seperti parpol di dalam kampus. tak heran ketika Isolapos tak sepaham dengan misi kampus yang kian komersil, dianggap bertentangan dan menyalahi fitrahnya sebagai organ intra kampus (UKM). ini berarti kebebasan berorganisasi pun sama terancam. maka, saya sepakat dengan bait puisi Wiji Thukul di bawah ini:

...

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!

Posted by
Unknown

More

Indonesia: Negeri Kaya Raya yang Dimiskinkan*




Oleh Front Mahasiswa Nasional**

Adakah yang hendak menyangkal judul di atas? Andai tidak ada, mari bersama kita urai untuk menemukan dasar persoalan yang membuat kita (rakyat Indonesia) selalu dihantui kemiskinan dan kelaparan di setiap langkah hari-hari kita.

Berikut adalah pemaparan hasil pembacaan kondisi internasional, nasional dan pendidikan nasional yang saya ringkas untuk menjadi bahan pendiskusian kita sore ini. Ya. Sekadar bahan pendiskusian. Sebagai awalan agar kita bisa saling melengkapi informasi dan pengetahuan di antara kita. Tapi tentu harapanya tak sekadar sebagai bahan cemilan intelektual semata, tapi sebagai titik cerah yang memapah arah kita dalam melangkah menuju kesejahteraan bersama-sama.

Situasi Umum Internasional

“hakekat dari kapitalisme adalah krisis”

Krisis global yang terjadi pada tahun 2008, hingga saat ini belum menunjukan kepulihannya. Karena krisis kali ini diakibatkan over produksi barang mewah, properti, dan persenjataan. Ini bukan sekadar spekulasi bursa efek seperti krisis 1997, tapi kali ini karena melemahnya daya beli masyarakat akibat praktek penghisapan kapitalis yang telah memuncak.

Amerika serikat, dalam sejarah ekonominya, krisis 2008 adalah mimpi terburuk baginya. Kompas pernah mencatat angka devisitnya sampai 29,1 triliun dolar. Perusahaan-perusahan besarnya seperti Lehman “bersaudara”,  runtuh, dan lebih dari 9 Bank tak terselamatkan meski telah diboilout.tak hanya Amerika, seluruh dunia menrasakan krisis ini. Karena krisis kali ini terjadi di jantung imperialis (AS).

Deficit  anggaran, Pengangguran yang meningkat akibat dari pemangkasan subsidi pada rakyat dan buruh, meningkatnya gerakan rakyat sebagai bentuk protes rakyat, pemogokan di mana-mana, negara-negara anti AS mulai tegak berdiri adalah konsekwensi dari tindakan ekonomi bar-bar imperialis AS.

Namun secara umum, posisi AS sebagai imperialis belumlah tergantikan. Masih kuatnya amerika sebagai negara raja imperialism ditunjukan dengan kekuatan militer yang tersebar diberbagai negara dengan beberapa kerjasama militer: 700.000 militer aktif diluar negeri, 500.000 kerjasama militer dengan 45 pangkalan miter. Dan sampai detik ini, belum ada satu negara pun yang berani melemparkan nuklirnya pada hidung Obama.

Upaya Amerika untuk keluar dari krisis sangatlah bengis. Ia kembali memanfaatkan Ketegangan Israel dan lain sebagaiya untuk memecahkan masalah over produksi persenjataan dan properti. Kerjasama multi dan bilateral digalang untuk membagi-bagi kembali wilayah negara-negara setengah jajahan seperti Indonesia dengan mengubah G-8 menjadi G-20. Menjadikan Irak, Afganistan negara boneka baru AS dengan target berikutnya adalah Iran.

lainnya adalah dominasi militer dengan programnya (War & terror) dan National security. Dengan dua program tersebut AS bisa mencegah negara2 mana pun meningkatkan kemampuan militer, AS bisa melakukan tindakan preventif terhadap negara yang dianggap membahayakan AS, dan AS bisa terlepas dari peraturan internasional.

Relasi imperialis dg negara











Dominasi

kebijakan

Regulasi bahan mentah

Maka dari skema praktek ekonomi imperialis AS di atas, mengakibatkan kontradiksi AS dengan Rakyat Setengah jajahan dan Jajahan hari ini menjadi kontradiksi pokok. Karena mengalami penghisapan yang sangat dalam. Dan Kontradiksi AS dengan Rakyat dalam negerinya pun tak terhindari akibat dari Angka pengagguran yang kian meningkat dan Efisiensi tenaga produksi. Sementara kontradiksi AS dengan negara Imperialis lainMasih dalam tahap persaingan pasar. Namun di sisi lain Kontradiksi As dengan negara-negara anti dominasi AS makin meninggi, namun masih banyak yang tak mampu keluar dari imperialis lainnya. Dan Uni eropa belum mampu berhadapan langsung dengan AS, meski Uero telah melebihi nilai tukar Dolar AS.

Peranan Indonesia dalam kontradiksi internasional

sebagai negara penyuplai bahan mentah dan tenaga kerja melimpah dan murah, keberadaan Indonesia sangat penting bagi imperiais AS untuk mempertahankan keberadaannya di bumi ini. Sehingga kita harus segera menggelorakan perjuangan gerakan rakyat demokratis dalam negeri jajahan dan setengah jajahan untuk mempercepat kematian imperiaisme AS.

Namun, semangat untuk melepaskan diri dari dominasi AS harus berhadapan dengan borjuasi komprador, tuan-tuan tanah dalam negeri, dan kapital birokrasi yang dipimpin boneka paling setia AS (SBY).

Sebagai faktanya, dalam segi Ekonomi:

Sektor Agraria:

  1. Monopoli tambang oleh perusahaan imperialis (5 tahun terakhir terutama batu bara= 84 Ha dari 904 kontrak karya)

  2. Pengaplingan laut melalui UU HP3

  3. Monopoli tanah oleh negara: taman nasional (23,3 jt HA), PTPN 1,729 jt Ha di luar Rajawali nusantara, Perhutani (hutan lindung & Produksi 3,1 Jt Ha)

  4. Luas daratan 188 Jt Ha (P. Sawit, 7,5 jt Ha, program pemerintah 2 Jt Ha/th)

  5. Meningkatnya eksploitasi alam dan import. 10 perusahaan besar swasta melakukan monopoli atas tanah hingga 5,3 Jt Ha di antarnya: Willmart, Bakriland, Sinar mas, Lonsum, Indofood, dll.


Sektor Industri:

-          Meningkatnya utang Negara & Swasta (1,780 T)

  1. Bentuk kerja sama/ kontrak karya yang dijalankan saat ini masih dengan pembagian keuntungan / hasil 40:60% (ind. 60% &impe. 40%)

  2. Bagaimana dan apa saja bentuk utang yang ada


- utang langsung

- utang surat berharga , Obligasi

-          Politik upah murah

  1. Penetapan standar KHL (1,3 Jt) oleh dewan pengupahan


- survey dilakukan di pasar induk saja

-bulan penetapan KHL

-cara menghitung kebutuhan (item pendidikandisetarakan dg harga 1 majalah)

-pencurian jamsos.

(Kebijakan ini tidak meninjau persoalan kebutuhan pokok rakyat. Survey hanya dilakukan di pasar induk yang pasti lebih murah daripada pasar-pasar lainnya. Ditambah kenaikan TDL kemarin pasti berdampak pada kenaikan biaya produksi, dan lebaran telah di depan mata)

  1. Penghancuran tenaga produktif (PHK: Jan-Maret hingga 96.192 buruh)


(Klaim tentang pertumbuhan ekonomi hingga 4 % bertentangan dengan reaitas di masyarakat atas pertambahan angkatan kerja, penyerapan tenaga kerja yang rendah, dan angka pengangguran yang kian tinggi)Ironisnya, jika pada tahun 2003 masih ada 60 % pekerja dan buruh yang berstatus permanen atau buruh tetap, maka 2010 hanya tersisa sekitar 30 % sedangkan sisanya adalah pekerja dan buruh kontrak yang dihisap habis–habisan oleh perusahaan dan atau lembaga outsourching.

Maka pada Maret 2010 BPS mencatat penduduk miskin di Indonesia sebesar 32,53 Juta jiwa.

Dalam segi politik

-          SBY masih menjadi rooling klas di Indonesia karena kesetiaannya pada imperialis dengan bentuk kerjasama dan kebijakan yang dijalankan dalam negeri. (maka dengan sangat berani Ruhut S menyatakan SBY tiada lawan dan mengajukan 3 periode bagi SBY)

-          Tidak terjadi pertentangan yang pokok dengan klik reaksi yang lainnya. Hanya sebatas bongkar pasang  koalisi.

-          Keadaan masyarakat Indonesia yang secara Ekonomi semakin merosot, dan selalu  dihadapkan dg represivitas / kekerasan.

Ctt:

system politik di Indonesia sebagai negara SJSF akan mengadaptasi system tuan bonekanya (imperialist), namun beberapa hal pasti berbeda karena kondisinya yang berbeda. Salah satu buktinya adalah persoalan parlementarian:

Multi partai Sejalan dg tahapan perkembangan kapitais

Parlementer

Oposisiparlement The House of Mayrity (right wing)

The House of Minority (lift wing)

Presidential

Komisi

Fraksi

Paripurna

Dari pola parlementariat di atas mengakibatkan:

-          Kentalnya oligarki politik president sangat Nampak pada praktek pemerintahan RI. Karena. Fungsi parlemen pada hakekatnya hanya menjadi kanal aspirasi. Karena kebijakan mutlak dikeluarkan President.

-          Keberadaan lembaga-lembaga baru pun tak menjawab apa-apa persoalan rakyat. Malahan menumpulkan kesadaran rakyat untuk bergerak dan melawan. Maka jelaslah bahwa negara adalah alat kekuasaan kelas untuk menindas kelas yang berkontradiksi pokok dengannya.

-          Dan parlement akan menjadi tempat yang strategis hanya untuk berpropaganda luas dengan syarat pokok, memiliki kekuatan massa yang besar dan luas sebagai tulang punggungnya. Karena di Indonesia (negara SJSF) tidak mungkin parlement akan merubah kondisi rakyat pada kehidupan yang lebih baik.

-          Kekhasan rezim SBY_Boediyono hari ini bukan berasal dari dua klik berkoalisi. Karna Boedi yang tak berasal dari basis mana pun. berbeda dengan saat SBY-JK (meski keduanya adalah under US Imperialis), keduanya memiliki basis partai yang rawan berebut kepentingan.

-          Situasi hari ini, meski Nampak demokratis, pada hakekatnya tidak. Kebebasan berserikat dan berorganisasi hari ini hanya berpihak bagi organ-organ yang akan mendukung kekuatan imperialis, feodalis dan capital birkrasi. Dan SBY tak segan merepresif organisasi yang patriotic, demokratik.



Tentang situasi Pendidikan

“ketika kita tersesat, carilah ilmu untuk menerangi jalan kita”

Kalimat di atas sama sekali tidak mujarab bagi negeri iniyang sedang dilanda krisis disegala sektor.

Dengan jumlah total penduduk 238 Juta, dengan Komposisi usia peduduk berbentuk segi tiga sama kaki, yang berarti komposisi terbesar adalah anak-anak (sampai 138 jt) sebenarnya dalah potensi untuk memeta arah pembangunan negara lewat pendidikan. Namun pada prakteknyahakekat pendidikan di arahkan pada koorporatisasi dan diskriminasi.

Anggaran pendidikan yang minim orientasi peningkatan kualitas pendidikan. 20% anggaran negara untuk pendidikan, nyatanya habis 70% untuk gaji, maka nyatalah bahwa anggaran 20% untuk peningkatan kualitas pendidikan tidak terealisasi. Juga kebijakan BOS, nyatanya biaya mengakses pendidikan masih mahal: SD 397.000-400.000, SMA 570.000-575.000

Program-program kerjasama pendidikan internasional, hanyalah jual beli lisensi kurikulum,

  1. Sekolah Bertaraf Internasinal


Mengadopsi kurikulum kanada, ausralia, katar dan mesir dengan membeli lisensinya. Menjadi sarana perluasan idiologi kapitalis di Indonesia untuk melahirkan kakitangan-kaki tangan baru dalam negeri demi panjang umurnya imperialis.

  1. Regulasi capital penance


Program kerjasama beasiswa perusahaan (djarumpedulipendidikan) dll.

Kemiskinan di negeri ini bukanlah takdir tuhan, atau bahkan kemalasan rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia (segala sektor) adalah pekerja keras yang bekerja lebih dari 8 jam tanpa banyak protes. Otak rakyat indonesia tak sebodoh apa yang dipropagandakan kolonial Belanda dulu. Bahkan, tak perlu mengenyam bangku sekolah formal, rakyat mampu belajar dari praktek produksinya hingga menjadi ahli meski tanpa gelar. Kita menjadi miskin di negeri yang kaya raya ini tak lain adalah akibat monopoli kepemilikan alat produksi dan kekayaan alam akibat dari sistem imperialisme dan feodalisme yang masih bercokol di negeri ini.

Maka, berjuang untuk pembebasan nasional dari dominasi tuan tanah, borjuasi komprador dan kapitalis birokrasi adalah keharusan seluruh sektor (buruh, tani, masiswa, dan miskin kota) bukan sekadar simpati, solidaritas atau mencari pengalaman! ***

*disampaikan dalam Diskusi Sore FMN di Gd. PKM, Jumat, 27 Agustus 2010.

** oleh Amran Halim

*** Selesai

Posted by
Unknown

More

Negara Terkaya di Dunia




Banyak sebenarnya yang tidak tahu dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur tengah. tidak salah sebenarnya, contohnya amerika. negara super power itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara, contoh lain lagi adalah negara-negara di timur tengah. rata-rata negara yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan barrel minyak yang siap untuk diolah. tapi itu semua belum cukup untuk menyamai negara yang satu ini. bahkan Amerika, Negara-negara timur tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya.

dan inilah negara terkaya di planet bumi yang luput dari perhatian warga bumi lainya. warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. tapi sayangnya mereka tidak sadar "berdiri di atas berlian" langsung saja kita lihat profil negaranya.

Negara Terkaya




Wooww... Apa yang terjadi? apakah penulis (saya) salah? tapi dengan tegas saya nyatakan bahwa negara itulah sebagai negara terkaya di dunia. tapi bukankah negara itu sedang dalam kondisi terpuruk? hutang dimana-mana, kemiskinan, korupsi yang meraja lela, kondisi moral bangsa yang kian menurun serta masalah-masalah lain yang sedang menyelimuti negara itu.

baiklah mari kita urai semuanya satu persatu sehingga kita bisa melihat kekayaan negara ini sesungguhnya.

1. Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas terbaik di dunia. namanya PT Freeport.



Apa saja kandungan yang di tambang di Freeport? ketika pertambangan ini dibuka hingga sekarang, pertambangan ini telah mengasilkan 7,3 JUTA ons tembaga dan 724,7 JUTA ons emas. saya mencoba meng-Uangkan jumlah tersebut dengan harga per gram emas sekarang, saya anggap Rp. 300.000. dikali 724,7 JUTA ons emas/ 72.470.000.000 Gram dikali Rp 300.000. = Rp.21.741.000.000.000.000 Rupiah!!!!! ada yang bisa bantu saya cara baca nilai tersebut? itu hanya emas belum lagi tembaga serta bahan mineral lain-nya.

lalu siapa yang mengelola pertambangan ini? bukan negara ini tapi AMERIKA! prosentasenya adalah 1% untuk negara pemilik tanah dan 99% untuk amerika sebagai negara yang memiliki teknologi untuk melakukan pertambangan disana. bahkan ketika emas dan tembaga disana mulai menipis ternyata dibawah lapisan emas dan tembaga tepatnya di kedalaman 400 meter ditemukan kandungan mineral yang harganya 100 kali lebih mahal dari pada emas, ya.. dialah URANIUM! bahan baku pembuatan bahan bakar nuklir itu ditemukan disana. belum jelas jumlah kandungan uranium yang ditemukan disana, tapi kabar terakhir yang beredar menurut para ahli kandungan uranium disana cukup untuk membuat pembangkit listrik Nuklir dengan tenaga yang dapat menerangi seluruh bumi hanya dengan kandungan uranium disana. Freeport banyak berjasa bagi segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk, yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini. Mereka ini tidak lebih baik daripada seekor lintah!

2. Negara ini punya cadangan gas alam TERBESAR DI DUNIA! tepatnya di Blok Natuna.




Berapa kandungan gas di blok natuna? Blok Natuna D Alpha memiliki cadangan gas hingga 202 TRILIUN kaki kubik!! dan masih banyak Blok-Blok penghasil tambang dan minyak seperti Blok Cepu dll. DIKELOLA SIAPA? EXXON MOBIL! dibantu sama Pertamina

3. Negara ini punya Hutan Tropis terbesar di dunia. hutan tropis ini memiliki luas 39.549.447 Hektar, dengan keanekaragaman hayati dan plasmanutfah terlengkap di dunia.




letaknya di pulau sumatra, kalimantan dan sulawesi. sebenarnya jika negara ini menginginkan kiamat sangat mudah saja buat mereka. tebang saja semua pohon di hutan itu makan bumi pasti kiamat. karena bumi ini sangat tergantung sekali dengan hutan tropis ini untuk menjaga keseimbangan iklim karena hutan hujan amazon tak cukup kuat untuk menyeimbangkan iklim bumi. dan sekarang mereka sedikit demi sediki telah mengkancurkanya hanya untuk segelintir orang yang punya uang untuk perkebunan dan lapangan Golf. sungguh sangat ironis sekali.

4. Negara ini punya Luatan terluas di dunia. dikelilingi dua samudra, yaitu Pasific dan Hindia hingga tidak heran memiliki jutaan spesies ikan yang tidak dimiliki negara lain.





Saking kaya-nya laut negara ini sampai-sampai negara lain pun ikut memanen ikan di lautan negara ini.

5. Negara ini punya jumlah penduduk terbesar ke 4 didunia. dengan jumlah penduduk segitu harusnya banyak orang-orang pintar yang telah dihasilkan negara ini, tapi pemerintah menelantarkan mereka-mereka. sebagai sifat manusia yang ingin bertahan hidup tentu saja mereka ingin di hargai. jalan lainya adalah keluar dari negara ini dan memilih membela negara lain yang bisa menganggap mereka dengan nilai yang pantas.


6. Negara ini memiliki tanah yang sangat subur. karena memiliki banyak gunung berapi yang aktif menjadikan tanah di negara ini sangat subur terlebih lagi negara ini dilintasi garis katulistiwa yang banyak terdapat sinar matahari dan hujan.


Jika dibandingkan dengan negara-negara timur tengah yang memiliki minyak yang sangat melimpah negara ini tentu saja jauh lebih kaya. coba kita semua bayangkan karena hasil mineral itu tak bisa diperbaharui dengan cepat. dan ketika seluruh minyak mereka telah habis maka mereka akan menjadi negara yang miskin karena mereka tidak memiliki tanah sesubur negara ini yang bisa ditanami apapun juga. bahkan tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

7. Negara ini punya pemandangan yang sangat eksotis dan lagi-lagi tak ada negara yang bisa menyamainya. dari puncak gunung hingga ke dasar laut bisa kita temui di negara ini.


















Negara ini sangat amat kaya sekali, tak ada bangsa atau negara lain sekaya INDONESIA! tapi apa yang terjadi?



untuk EXXON MOBIL OIL, FREEPORT , SHELL, PETRONAS dan semua PEJABAT NEGARA yang menjual kekayaan Bangsa untuk keuntungan negara asing, diucapkan TERIMA KASIH.

Sebuah cerita mungkin akan bisa menggambarkan indonesia saat ini silahkan disimak.

Judulnya Ketika Tuhan Menciptakan Indonesia

Suatu hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah planet yang baru saja diciptakan- Nya. Malaikat pun bertanya, "Apa yang baru saja Engkau ciptakan, Tuhan?" "Lihatlah, Aku baru saja menciptakan sebuah planet biru yang bernama Bumi," kata Tuhan sambil menambahkan beberapa awan di atas daerah hutan hujan Amazon. Tuhan melanjutkan, "Ini akan menjadi planet yang luar biasa dari yang pernah Aku ciptakan. Di planet baru ini, segalanya akan terjadi secara seimbang".

Lalu Tuhan menjelaskan kepada malaikat tentang Benua Eropa. Di Eropa sebelah utara, Tuhan menciptakan tanah yang penuh peluang dan menyenangkan seperti Inggris, Skotlandia dan Perancis. Tetapi di daerah itu, Tuhan juga menciptakan hawa dingin yang menusuk tulang.

Di Eropa bagian selatan, Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin, seperti Spanyol dan Portugal, tetapi banyak sinar matahari dan hangat serta pemandangan eksotis di Selat Gibraltar.

Lalu malaikat menunjuk sebuah kepulauan sambil berseru, "Lalu daerah apakah itu Tuhan?" "O, itu," kata Tuhan, "itu Indonesia. Negara yang sangat kaya dan sangat cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna yang telah Aku ciptakan di sana.. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap panen. Banyak sinar matahari dan hujan. Penduduknya Ku ciptakan ramah tamah,suka menolong dan berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka pekerja keras, siap hidup sederhana dan bersahaja serta mencintai seni."

Dengan terheran-heran, malaikat pun protes, "Lho, katanya tadi setiap negara akan diciptakan dengan keseimbangan. Kok Indonesia baik-baik semua. Lalu dimana letak keseimbangannya? "

Tuhan pun menjawab dalam bahasa Inggris, "Wait, until you see the idiots I put in the government." (tunggu sampai Saya menaruh 'idiot2' di pemerintahannya)
Dan untuk rasa terima kasih untuk Kemerdekaan Indonesia yang ke 65 tahun, kami pemuda-pemudi Indonesia memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada pejuang yang telah mengorbankan darah dan air mata mereka untuk bangsa yang tidak tahu terima kasih ini.





"Indonesia tanah air beta

disana tempat lahir beta,

dibuai dibesarkan bunda,

Tempat berlindung di hari Tua...

HIngga nanti menutup mata"



HIDUPLAH INDONESIA RAYA.......!!!!!!

Memperingati HUT RI ke 65 Tahun

17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2010

Terima kasih

Posted by
Unknown

More

Pidato Seorang Bocah tentang Dunia

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization

Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak" berusia 12 dan 13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak" yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang" yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan"nya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang" dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang" liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu". tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal" tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah" kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahan nya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahan nya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan" salmon ke sungai asal nya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang" yang telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan Hutan-Hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir.
Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!


Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, Anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenernya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki" dan saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya Hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. walaupun begitu tetap saja negara" di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak" yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya , dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak" jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal . dan Cinta dan Kasih sayang " .

Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak" tersebut berusia sama dengan saya , bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak" yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .

Saya hanyalah Seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua Uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain.
Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan.
Tidak menyakiti makhluk hidup lain, Berbagi dan tidak tamak.

Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarakan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri Konfrensi ini. mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak" anda semua , Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak" mereka dengan mengatakan " Semuanya akan baik-baik saja ". 'kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan' dan ' ini bukanlah akhir dari segalanya'

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?
Ayah saya selalu berkata ' kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu bukan oleh kata" mu '

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.

Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata" tersebut.


Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.

Isi pidato di atas adalah ucapan seorang anak yg bernama Severn Suzuki, seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children's Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak" yg mendedikasikan diri Untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah" lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB tahun 1992, dimana pada saat itu Seveern yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang" terkemuka yg berdiri dan memberikan Tepuk Tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

( sumber The Collage Foundation )

Posted by
Unknown

More

Kenaikan TDL : Kebijakan Anti Rakyat Pemerintahan SBY–Boediono

Di Keluarkan oleh :

Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional

Terhitung sejak tanggal 1 Juli 2010, pemerintahan SBY–Boediono telah menetapkan kenaikan bagi tarif dasar listrik (TDL).

Kenaikan TDL ini memang tidak berlaku untuk pelanggan listrik 450–900 Volt Ampere yang menurut pemerintah adalah rumah tangga miskin. Kenaikan ini menurut pemerintah adalah usaha yang ditempuh untuk mengurangi beban negara atas subsidi listrik yang jumlahnya sangat besar (RP 55,1 Triliun), selain itu kenaikan TDL juga diharapkan akan di ikuti dengan perbaikan pelayanan.

Akan tetapi imbas dari kenaikan inilah yang secara langsung akan di terima oleh rakyat Indonesia, di tengah kemiskinan dan problem–problem sosial lainnya yang sehari–hari telah mencekik leher rakyat Indonesia. Dampak langsung yang bisa dirasakan tentunya adalah kenaikan harga kebutuhan pokok rakyat, kemudian kenaikan harga dari industri yang secara otomatis naik akibat beban biaya produksi yang melambung. di tengah lemahnya daya beli rakyat, hal tersebut secara jelas akan semakin memberatkan rakyat. Dampak tersebut yang secara jelas tidaklah menjadi alasan bagi pemerintahan SBY–Boediono untuk tidak menaikan tarif dasar listrik, bahkan usaha untuk menaikkan daya beli rakyat yang salah satunya dengan cara menaikan upah juga tidak dilakukan.

Secara umum ada beberapa hal yang menjadi dasar kenapa kenaikan TDL adalah sebuah kebijakan yang tidak populis dan layak untuk ditentang, Karena hal tersebut sudah tentu akan sangat merugikan rakyat Indonesia secara umum, hal tersebut diantaranya :

  1. Bagi Petani, kebijakan kenaikan TDL akan memberatkan kehidupannya. Sudah sedikit dibahas tadi bahwa di tengah lemahnya daya beli rakyat, kenaikan harga–harga akibat naiknya TDL adalah sebuah keniscayaan yang akan semakin menambah beban hidupnya.


Bagi rakyat di pedesaan, kenaikan TDL memang tidak akan terasa langsung, kecuali bagi mereka yang memiliki daya di atas 900 Volt Ampere. Akan tetapi distribusi barang kebutuhan sosial yang sebagian besar disuplai dari kota pasti akan semakin melambung harganya, karena inflasi daerah lebih besar dari di kota.

Sehingga bagi rakyat yang sebagian besar hidup dari sektor pertanian, terutama petani miskin dan buruh tani yang merupakan rakyat dengan jumlah yang besar kenaikan TDL hanya akan menambah beban hidupnya.

Kenaikan kebutuhan pertanian baik pupuk, bibit maupun pestisida akibat naiknya biaya produksi dan distribusi pasti tidak akan terhindarkan, belum lagi kebutuhan lainnya. Sedangkan di satu sisi, pendapatan dari kaum tani terutama buruh tani dan tani miskin tidaklah akan bertambah, bahkan potensi naiknya biaya produksi pertanian akan semakin besar.

Dengan keadaan seperti ini maka, kenaikan angka petani yang menjadi buruh tani atau pergi ke kota/menjadi BMI akan semakin besar. Di saat tanah sudah tidak lagi menjanjikan untuk hidup maka petani akan mencari sumber pendapatan lain, meski upah yang di terima juga tidak menjadi jaminan.

Kenaikan TDL secara langsung akan memberi sumbangan kepada bertambahnya rakyat miskin di Indonesia, yang sebelum TDL naik saja kemiskinan terus merangkak naik. BPS bahkan pesimis angka kemiskinan tahun 2010 akan mencapai target 11%, bahkan laju penurunan kemiskinan Maret 2009–Maret 2010 hanya 0,82% jauh jika dibandingkan Maret 2008–Maret 2010 yang mencapai 1,27%, Maret 2010 BPS mencatat penduduk miskin di Indonesia sebesar 32,53 Juta jiwa.

  1. b. Bagi Buruh, Pemuda dan Ketersediaan Lapangan Pekerjaan. Kenaikan TDL berarti kehidupan akan semakin sulit. Bagi Buruh kenaikan ini akan menjadikan pengeluaran mereka membengkak untuk belanja keperluan sehari–hari, sedangkan upah di Indonesia selama ini sangatlah rendah. Indonesia adalah salah satu negara dengan kebijakan upah buruhnya yang sangat rendah, saat ini Indonesia hanya kalah dari India, Vietnam dan China dalam kebijakan membayar buruh dengan upah yang sangat rendah.


Ketika TDL naik dan beban buruh akan semakin besar, muncul ancaman lebih besar lagi yaitu pemotongan hubungan kerja (PHK) yang bisa datang sewaktu–waktu. Kenaikan TDL tentu akan menaikan biaya produksi yang tidak sedikit bagi perusahaan dan itu menjadi beban tersendiri di tengah lesunya perekonomian Indonesia. Beban paling terasa tentu bagi perusahaan atau pengusaha menengah kebawah/industri kecil dengan modal terbatas yang dipaksa menyesuaikan diri dengan kenaikan TDL.

Kenaikan TDL akan memaksa berbagai perusahaan untuk melakukan efisiensi produksi. Jamaknya sebuah efisiensi produksi adalah pengurangan pengeluaran perusahaan dengan cara terbaik adalah efisiensi biaya tenaga kerja. Efisiensi biaya kerja akan dijalankan dengan beberapa cara, mulai dari penambahan jam kerja untuk mengenjot volume produksi tanpa membayar biaya lembur, menunda kenaikan upah buruh, menghilangkan kewajiban perusahaan atas tunjangan sosial buruh, menunda/membatalkan kenaikan upah buruh,  hingga yang paling sering di gunakan adalah dengan melakukan PHK terhadap buruh.

Kenaikan TDL secara tidak langsung akan semakin mendukung sistem buruh kontrak dan outsourching, karena tidak adanya jaminan sosial yang harus di bayar oleh perusahaan kepada buruhnya. Sehingga dalam posisi seperti ini, buruhlah yang akan paling banyak menanggung beban akibat kebijakan keliru rejim SBY–Boediono.

Refor Miner Insitute menyebutkan jika saat ini angka angkatan kerja 100 Juta, maka potensi PHK dengan kenaikan TDL 10 % bisa mencapai 1,17 juta dan jika 20 % kenaikan TDL maka angka PHK akan mencapai 2,35 juta buruh.

Sementara itu, kenaikan TDL bagi pemuda dan jaminan atas ketersediaan lapangan kerja adalah hilangnya semua kesempatan tersebut. Sebelum kenaikan biaya TDL, pemuda Indonesia sendiri sudah kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, dan ketika TDL naik maka kesempatan tersebut akan semakin kecil bahkan tertutup. Karena kenaikan TDL berarti perusahaan/penyedia lapangan pekerjaan akan melakukan efisiensi produksi dan tenaga kerja yang artinya tidak akan ada lowongan pekerjaan yang baru bagi pemuda Indonesia, kecuali mau di bayar dengan upah jauh lebih rendah.

Salah satu upaya yang seharusnya dilakukan rejim SBY–Boediono untuk meningkatkan daya beli rakyat yaitu dengan menaikkan upah buruh tidaklah menjadi prioritas. Perampasan atas upah buruh dengan pembayaran upah rendah, berjalan beriringan dengan hilangnya lapangan pekerjaan semakin kuat akibat kenaikan TDL.

  1. c. Bagi Industri Menengah dan Kecil Indonesia. Ketika pemerintahan SBY menyepakati pemberlakukan ACFTA (ASEAN–China Free Trade Agreement), industri menengah dan kecil terutama industri tekstil dan garmen kelabakan bahkan gulung tikar karena tidak sanggup bersaing dengan produk dari china yang harganya jauh lebih murah/bersaing.


Kini dengan kenaikan TDL yang dilakukan pemerintah, maka sektor industri Indonesia yang di dominasi usaha kecil dan menengah akan semakin tenggelam dibabat oleh kebijakan pemerintahannya sendiri. Menaikan harga hasil produksi perusahaan tentu bukanlah keputusan yang strategis ditengah persaingan harga yang gila–gilaan dari produk asing/impor dan perusahaan besar lainnya. Di kompas disebutkan akibat kenaikan biaya TDL pengusaha konveksi harus menaikan harga kain dari 32.000 menjadi Rp 42.000/Kg itu akibat biaya listrik yang mencapai 15–20% dari biaya produksi.

Pilihan sulit akan tiba bagi usaha menengah dan kecil, kenaikan biaya operasional memaksa mereka untuk melakukan efisiensi produksi atau jika tidak maka pilihan untuk bangkrut akan ada didepan mata pengusaha menengah dan kecil di Indonesia.  Ditengah hancurnya pengusaha dalam negeri, maka perusahaan besar milik asing /negara imperialis akan semakin kuat menancapkan dominasinya lewat kekuatan modal yang tidak terhitung.

Sekedar gambaran, Industri Indonesia sesungguhnya dari tahun–ke tahun terus mengalami penurunan, ribuan usaha kecil dan menengah bangkrut dan hilang di telan persaingan yang di menangkan oleh industri raksasa asing yang menjual produknya dengan harga sangat murah, serta perusahaan raksasa asing yang mampu membangun cabang di Indonesia.

Indonesia bukanlah negara industri akan tetapi tidak lebih dari sekedar negara dengan kumpulan pabrik asing yang dilindungi rejim SBY–Boediono dengan peraturan (Ek UUPM dan UUK 2003) dan aparat serta birokrasi di depannya. Menjadi pemandangan biasa di sekitar lingkungan pabrik atau kawasan ekonomi, kemiskinan tumbuh dengan subur beriringan dengan angka kriminalitas yang tinggi akibat pekerjaan yang tidak tentu dan masa depan yang sangat gelap.

Akibat hal ini, sulit rasanya bagi industri Indonesia untuk berkembang dan bersaing dengan negara lainnya di tengah kebijakan anti rakyat pemerintahnya sendiri. Sehingga wajar jika jargon cintai produk dalam negeri/Indonesia yang ironisnya di gembar–gemborkan pemerintah seperti menggarami air laut akibat kebijakan kontradiktif dari pemerintah sendiri yang memberangus industri milik rakyat Indonesia.

  1. d. Kebijakan kenaikan TDL hanya menguntungkan segelintir pihak. Kebijakan ini secara umum bukanlah kebijakan yang menghargai rakyat Indonesia dengan hak–haknya sebagai warga negara untuk hidup sejahtera. Kebijakan kenaikan TDL, seperti halnya kebijakan menyangkut kebutuhan publik lainnya bukanlah semata–mata di dasarkan pada hitungan matematis semata, seperti “hanya naik 10 %” atau “sekedar berlaku untuk pelanggan listrik diatas 900 Volt Ampere” tetapi tidak memperhitungkan dampak sosial yang lebih besar dari hitungan matematisnya.


Kenaikan TDL yang di sepakati DPR 15 Juni 2010 adalah, pelanggan rumah tangga dengan daya 1300 - 5.500 volt sebesar 18 %, pelanggan sosial 1.300–200.000 volt sebesar 10 %, pelanggan bisnis 1.300–5.500 volt sebesar 16 %, dan€ bisnis di atas 200.000 KVA 12 persen. Adapun pelanggan industri dengan daya 1.300-2.200 VA disetujui naik 6 persen, industri antara 2.200 VA dan 200.000 VA 9 persen, industri di atas 200.000 VA 15 persen, pelanggan pemerintah antara 1.300 VA dan 5.500 VA 15 persen, dan pemerintah di atas 200.000 VA 18 persen (Sumber : Kompas)

Sementara PLN sebagai pelayan public, sampai sekarang belum mampu melakukan pelayanan yang maksimal bagi para pelanggannya. Listrik yang “byar pet” alias pemadaman sementara terus berlangsung sampai sekarang. Dalih defisit listik selalu menjadi alasan utama, apalagi dengan ketergantungan PLN dengan perusahaan listrik swasta/Independence Power Producer, semacam PT Wijaya Karya (WIKA), belum lagi PT Bakrie Power Coorporation yang bekerjasama dengan KEPCO dari korea yang juga berencana untuk menjual listik mereka ke PLN dengan harga 6,5 per kwh untuk memasok listrik.

Belum lagi permainan PLN sendiri dengan anak perusahaannya yaitu PT Indonesia Power sebagai perusahaan pembangkit listrik terbesar di Indonesia. Saat ini PT Indonesia Power menguasai 8 unit bisnis pembangkitan yaitu Priok (PLTU, PLTGU 2 blok, dan PLTG unit 1 dan 3), Suralaya (PLTU), Saguling (PLTA), Kamojang (PLTP gunung salak dan Garut), Mrican (PLTA), Semarang (PLTA dan PLTGU), Serta unit bisnis pembangkit (UBP) di Pati dan Bali.

Defisit listrik PLN juga terjadi di tengah ketergantungan PLN dengan listrik yang dihasilkan dengan batu bara. Tahun 2010 ini kebutuhan batu bara PLN diperkirakan mencapai 38.525 juta ton, sedangkan fasilitas listrik baru dinikmati sekitar 65% penduduk Indonesia. Pemasok utama batu bara PLN diantaranya PT Bukit Asam, Kideco, PT Arutmin, PT Berau Coal dan PT Adaro.

Sedangkan untuk gas, hingga tahun depan PLN masih kekurangan 1.115 miliar British Thermal unit per day (BBTUD), untuk tahun ini saja PLN baru mendapat kepastian pasokan gas sebesar 1.471 BBUTD dari kebutuhan yang mencapai 2.432 BBUTD. Sementara pasokan dari perusahaan gas Negara (PGN) tidak mencukupi, sehingga PLN pun harus mencari kepihak lain atau perusahan gas swasta.

Sehingga akan sangat sulit bagi PLN untuk menentukan harga jual listrik ke public di tengah ketergantungan PLN terhadap pasokan perusahaan listrik swasta dan terhadap perusahaan pemasok batu bara dan gas.

Sehingga ketika pemerintahan sekarang tidak memiliki kepedulian terhadap pelayanan public maka kenaikan TDL yang merugikan rakyat akan tetap terjadi, apalagi ditengah getol–getolnya usaha privatisasi BUMN oleh SBY dengan dalih efisiensi perusahaan Negara yang merugi.

Kebijakan ini tentu hanya akan menguntungkan klas dan golongan tertentu dalam masyarakat. Hanya Borjuasi besar komparador dan tuan tanah, dari golongan masyarakat Indonesia yang diuntungkan oleh kenaikan TDL ini. Kebijakan Upah murah akan semakin mudah di terapkan di tengah langkanya lapangan pekerjaan dengan upah yang memadai, sementara di pedesaan akibat melambungnya harga sarana produksi pertanian dan biaya hidup maka praktek perampasan tanah akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Sehingga dalam kondisi dimana pemerintah Indonesia di bawah kendali SBY–Boediono justru menerapkan kebijakan yang kontraprodukif dengan kebutuhan dan kenyataan rakyat Indonesia, menjadi sebuah tuntutan dan kewajaran ketika kebencian dan protes terhadap kerja pemerintahan SBY–Boediono akan semakin kuat dan besar.

Rakyat juga semakin memahami, berdiri di posisi mana sebenarnya SBY–Boediono dan gerbong pemerintahannya selama ini, ditambah dengan perilaku dari lembaga legislative (DPR) yang cenderung memalukan. Kasus–kasus yang mengoyak kewibawaan pemerintah termasuk DPR, seperti kasus century yang menguap, makelar kasus di kejaksaan, suap di kepolisian, permintaan dana aspirasi yang keterlaluan dari DPR hingga kepala batu anggota DPR yang akan membangun gedung baru buat kantor DPR yang menyedot keuangan negara hingga miliaran rupiah.

Kebijakan–kebijakan seperti ini diyakini akan terus bertambah dalam waktu–waktu mendatang, sebuah ironi dari rejim dan negara yang mengaku dirinya demokratis. Kebijakan ini hanya dapat dilawan dengan kemauan dan tekad untuk tidak mau terus–menerus di tindas dan dihisap, dan syarat ini hanya dimiliki oleh rakyat Indonesia. Dengan kesadaran bersatu melawan kebijakan rejim anti rakyat SBY–Boediono yang hanya menguntungkan Imperialisme, feodalisme dan kapitalisme birokrat sesungguhnya rakyat bisa melakukan apa saja untuk hak–hak demokratisnya.

Demikian pandangan kami dari Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (PP FMN) menyikapi kebijakan kenaikan harga TDL.

[caption id="attachment_140" align="alignleft" width="105" caption="bandung.melawan #5"][/caption]

Posted by
Unknown

More

asa di tengah nestapa hari anak nasional

Tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional sebumi Indonesia Raya. Terus besoknya yaitu pada tanggal 24 Juli adalah peringatan diratifikasinya Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women) menjadi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984.

Konon, istilah hak asasi anak maupun hak asasi perempuan lahir untuk menjawab bahwa pada kenyataannya cara pandang yang menyama-ratakan laki-laki-perempuan, dewasa-anak, adalah kurang tepat.

Sejatinya fakta menunjukkan bagaimana anak-anak di bumi Indonesia Raya ini mengalami kelaparan, kekerasan, ditelantarkan, putus sekolah tidak punya biaya, anak jalanan berserakan di stasiun dan pelosok kota, dan lain-lain dan seterusnya. Demikian pula perempuan mengalami diskriminasi, baik dalam keluarga, komunitas, maupun kehidupan bernegara.

Negara punya tanggung jawab dan kewajiban untuk mengayomi itu semua, justeru penyelenggara negara yang diberi kepercayaan oleh rakyatnya, sibuk mengurusi urusan golongannya masing-masing, sampai skandal (selingkuh) pun menjadi kesibukan khusus bagi mereka.

Padahal sekarang di bumi Indonesia Raya katanya sudah memiliki perangkat hukum untuk mengurus persoalan perempuan dan anak yaitu antara lain: Undang-Undang (UU) No 4/1979 tentang Kesejahteraan Anak, UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak, UU No 3/1997 tentang Pengadilan Anak, Keputusan Presiden No 36/1990 tentang Ratifikasi Konvensi Hak Anak. Pokoknya komplit sudah hingga menjanjikan kesejahteraan masa depan anak-anak sebumi Indonesia, namun sejatinya kesejahteraan anak masih jauh diseberang lautan sana dari yang diharapkan atau dengan kata lain masih dalam angan-angan kosong.

Contoh adanya informasi dan ditemukan fakta kejadian busung lapar belum lama ini hingga menyentak kita tentang betapa buruknya kondisi anak. Belum lagi persoalan buruh anak yang dipekerjakan di sektor pekerjaan terburuk, anak di wilayah konflik, korban perdagangan manusia, dan banyak lagi. Sehingga persoalannya semakin menjadi runyam ketika anak mengalami diskriminasi bertingkat. Hingga tingkat pertama, karena dia adalah anak, dan tingkat kedua, karena perempuan. Di sinilah keberadaan anak perempuan diabaikan sebagai perempuan.

Biasanya kalau berbicara masalah anak tidak lengkap kalau tidak sekalian dengan masalah ibunya. Memang sudah dari sananya kalau anak itu dekat dengan ibunya. Jarang orang membahas masalah anak hubungannya dengan bapak, yang sering anak dan perempuan – karena anak perempuan nantinya toh jadi ibu juga.

Apa yang seharusnya dilakukan oleh orang tua atau yang terjadi di depan mata kita sehari-hari menyangkut urusan anak. Di mana yang dianggap sepele akan mempengaruhi cara tumbuh-berkembangnya anak-anak itu sendiri.

Lihat saja tontonan tv akhir-akhir ini yang semakin ngawur saja menjadi santapan anak-anak tiap hari. Menurut penelitian Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA): “Anak menonton sekitar 30-35 jam seminggu, atau 4,5 jam sehari sehingga dalam setahun mencapai kurang lebih 1.600 jam. Jika dibandingkan dengan waktu belajar, ternyata waktu anak belajar di sekolah tidak sebanyak waktu menonton televisi. Jadi jumlah hari sekolah yang hanya 185 hari dalam setahun dengan lima jam per hari untuk kelas 4-6 SD dan tiga jam untuk kelas 1-3 SD menghasilkan angka rata-rata anak belajar di sekolah dalam setahun hanya 740 jam.

Masih mending kalau acaranya mendidik, melainkan tayangan horor, kekerasan, sampai pada pejabat dan artis pamer gosip. Itu yang ditonjolkan.

Bernafsu hanya mengeruk keuntungan memang telah ditunjukkan pemilik media. Pemilik media nampaknya lebih suka membuat tayangan yang mampu menarik sponsor daripada tayangan yang memperhatikan moralitas generasi muda atawa anak-anak. Tentu saja para sponsor ini lebih suka membiayai tayangan yang akan menggiring perhatian penonton. Celakanya tayangan-tayangan yang berbau hantu, eksploitasi sex, dan perempuanlah yang paling banyak diminati oleh pemirsa. Padahal media massa, baik itu elektronik maupun cetak seharusnya mampu memberikan tayangan-tayangan yang memberikan pendidikan positif bagi masyarakat.

Mereka semua hanya berpikir kapitalistik, dalam benak mereka yang penting dapat mengeruk materi yang melimpah-ruah, meskipun harus tega mengangkangi moralitas ribuan generasi muda di bumi Indonesia Raya ini. Yang ada di benak mereka hanyalah pamer materi dan duit. Semua itu adalah kuman kapitalis yang merajalela-merusak sampai sub-sub kehidupan masyarakat yang paling kecil yakni keluarga.

Sedianya peringatan Hari Anak Nasional sebumi Indonesia Raya ini, anak-anak ceria-ceria, sehat-sehat selalu , tidak ada lagi anak-anak jalanan bertebaran di stasiun, kekerasan terhadap anak, anak putus sekolah karena tidak mampu, dan seterusnya. Mestinya negara tanggap sasmito untuk segera ngopeni yang seperti itu – tapi kesannya kok membiarkan saja. Atau penyelenggaraan negara ikut-ikutan terkena pengaruh tontonan tv yang isinya horor hingga artis pamer gosip?

[caption id="attachment_135" align="alignleft" width="105" caption="bandung.melawan #5"][/caption]

Posted by
Unknown

More
Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © 2012 Berkawan untuk MelawanTemplate by : UrangkuraiPowered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.